1. "You are confused," she mused, "You must be." 2. But true dread struggled to bruise against the tired head 3. I used, the gun sunk to the bunk as she rests her exhausted trunk in a weird funk. 4. Tossed for lost sheets, she greets my academic hell that beats lead so well. 5. Beneath the lead-clad threat, I sweat, yet connect with the logic she'd project. 6. "If another guy nerd like you can do it, why should I?" 7. The steel pressed my skull, a stressed quest demanding the final sine test, my fine best, I must possess. 8. I passed the sheet to beat the heat, my smile dreams and drools of sweet piles. 9. A loud blast cracked fast I collapsed smacked to the floor my core attacked 10. The smoke trace framed her cold face, a sadistic grace occupying the space. ?. "Now you catch the feel," she revealed, "The truth heals:" setiap kali gua sampai di pagar sekolah elisa lanjut jujur aja gua selalu ingat bahwa gua harus bertarung kenapa nanyain namaku jika ingin lanjut ngomong saja aku berpikir bertarung melawan para pembully bertarung melawan para guru dan juga pastinya bertarung melawan tugas tugas anjing yang lu kerjain sekarang elisa bilang udah nomer berapa btw tujuh puluh ena gua pernah dikasih lima tugas di saat yang sama elisa memotong lagi lima tugas ini dari pelajaran matematika dan fisika dan gua gak sempet selesai ngerjain orang tua marah karena nilai nihil akhirnya ngusir gua dari rumah aku turut berduka aku bilang elisa menarik kembali pistolnya makasih elisa bilang apa yang elisa lakukan adalah hal yang gila itu sudah pasti tetapi di saat yang sama aku tidak bisa tak simpati dengan situasi yang ia hadapkan karena aku sendiri juga merasakan tekanan gila yang ada di sekolahku dalam kasusku tekanan tersebut tidak bisa tertolong karena memang sekolahku suatu sekolah yang prestigius dan aku memiliki reputasi yang tinggi sebagai murid yang baik